Kembali kukupas daun pembungkus nasi bakar keduaku malam ini, menuangkannya ke dalam piring yang tidak lagi bersih, tidak bersih bukan karena aku jorok, tapi ada sisa “peperanganku” sebelumnya. Nasi Bakar seharga delapan ribu rupiah, yang mana aku harus memesannya sejak pulang sekolah, agar malam harinya tak perlu mengantri. Daun pembungkusnya menghitam di tengah, namun tidak mewakili warna nasi di dalamnya. Warna nasi sudah tidak putih, selain karena proses pembakarannya juga karena bumbu yang sudah meresap ke dalam.
Tampilkan postingan dengan label Nasi Bakar. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Nasi Bakar. Tampilkan semua postingan

